Langsung ke konten utama

Luqothoh Bagian 1


 Oleh: Narsiti

Seperti biasa saat ada kesempatan menjemput anak pulang sekolah, dua anak saya si Sulung dan anak nomor dua berceloteh kejadian asyik ataupun yang menyenangkan.

Tsuroya, panggilan anak kedua saya tiba-tiba berceloteh

“Ibu, hari ini aku seneng banget” dengan nada biacara penuh Bahagia.

“O ya? Ada kejadian apa?” saya menimpali dengan antusias.


sumber gambar hasil jepretan sendiri

“Pas jam istirahat, saya nemu uang di tangga, ye ye ye”.

Saya terdiam beberapa saat. “Maksudnya kamu nemu uang, Mbak?” sapaan saya kepadanya untuk pembiasaan pada adik laki-laki dan adik perempuanya.

“Iya, Bu” penuh antusias. Sementara saya masih menyimak dengan sambil mencari kata-kata yang tepat untuk memberikan informasi bahwa apa yang ia lakukan tidak tepat.

“Mbak Tsuroya sudah tahu luqothoh apa belum?” tanya saya.

“Belum, Ibu. Luqotoh itu apa?”

“Mb Tsuroya belum tahu?” tanya saya.

“Belum, Bu?” jawabnya tegas.

“Ibu beri tahu mau apa tidak?”

“Ya mau lah, Bu”

Luqotoh adalah barang temuan, setiap barang temuan harus dikembalikan, tidak boleh diambil dan digunakan. Saya menjelaskan dengan Bahasa yang dibuat seringkas dan sepadat mungkin.

Tidak ada respon apa-apa dari ke dua anak saya. Cukup lama hening…

“Ibu, kalau uangnya aku pakai, bagimana?” tanya Tsuroya kemudian setelah terdiam beberama lama.

“Ya tidak boleh…”

“Tapi saya sudah terlanjur, Ibu…”

“Hmmm…apabila kamu belum tahu, ya tidak apa-apa. Tapi kalau kamu sudah tahu, teteap melakukan…tidak boleh”.

 Bersambung…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Merah Jambu

  sumber gambar: https://depositphotos.com/ Cerita Mini: Rosyidah Purwo *) Suara gaduh di sudut ruangan terdengar sampai ruang kepala sekolah. Pak Agung guru olah raga yang terkenal galak di mata anak-anak bergegas menuju sumber suara. Terihat seorang anak laki-laki dengan lebam di sudut bibir atas. Sorot mata pak Agung tajam dan menusuk. Anak laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan seteleah merasa berhasil membalas pukulan teman satu bangkunya. “Kamu lagi, kamu lagi!” kata pak Agung dengan nada tinggi. “Ke ruang BK sekarang!” lanjutnya. “Kamu juga, ikut ke ruang BK!” tunjuk pak Agung pada anak laki-laki lain yang sama-sama lebam akibat pukulan keras. Suara riuh penuh cemooh mengiringi keprgian mereka ke ruang BK. Bu guru Aini dengan tekun mendengarkan kisah dua murid laki-lakinya yang baru saja berkelahi. Dengan seksama pula bu guru Aini mencatat sambil mendengarkan cerita mereka. Lalu memberikan sebuah kartu kuning kepada mereka. “Karena ini bukan kejadian yang perta...

Aku dan Closet Kamar Mandi Sekolah

  Aku dan Closet Kamar Mandi Sekolah*) Oleh: Rosyidah Purwo   sumber gambar: www.istockphoto.com Sore hari setiap selesai bimbel di sekolah, aku selalu meminta ijin kepada guru bimbel di kelasku untuk ke toilet. Hampir tidak pernah absen. Di waktu yang sama toilet yang sama.  Sore hari ini adalah sore terakhir aku melaksanakan bimbel di sekolah. Aku tidak mengetahui ternyata sore ini adalah sore tarkhir guru wali kelasku mengetahui kebiasaanku pergi ke toilet tiap sore selesai bimbel. Aku dibuat kaget olehnya. Tanpa sepengetahuanku, tiba-tiba guru itu sudah berdiri di samping pintu kamar mandi. Perasaan bersalah, malu, dan takut campur aduk menjadi satu. Aku sempat mencuri pandang kepadanya. Aku lihat sekilas ada bulir air mata bening yang mengambang di ke dua pelupuk matanya. “Maaf, Bu, saya belum pulang. Karena saya belum dijemput” kataku terbata. Bu guru memeluk tubuhku yang sedikit gempal dengan pelukan hangat. Aku merasakan pelukan itu seperti pelukan i...

Guru Aini; Guru , Pahlawan yang Betul-Betul Tanpa Tanda Jasa

  Oleh: Narsiti, S.Pd. Judul Buku                   : Guru Aini Pengarang                    : Andrea Hirata Tebal Buku                  : 306 halaman Penerbit                        : PT Bentang Pustaka Tahun Terbit               : 2020   Sumber Gambar: https://mojokstore.com/wp-content/uploads/2020/01/Guru-Aini.png Apabila dalam puisi Balada Sang Guru karya Kadang Dwija disebutkan guru adalah ia yang terus melaju, ia yang tanpa kelu membangun pondasi…ia yang tanpa lelah merejam kebodohan, betul adanya. Dalam sebuah buku berjudul Guru Aini karya...