Langsung ke konten utama

Postingan

     Beneran Ini Bekas Cubitan?   sumber gambar: dokumen pribadi          Suatu malam menjelang tidur, saya dikagetkan dengan jeritan anak saya. Lengan atas tangan kiri saya senggol dengan tidak sengaja. Padahal si Sulung adalah tipe anak yang tidak mudah merespon dengan jeritan ketika disentuh bahkan sentuhan yang keras sekalipun. Rupa-rupanya ia dicubit oleh kakak kelasnya di sekolah. Saat saya meminta untuk diperlihatkan bagian yang dicubit ia menolak. Lalu saya beralih meminta kepadanya untuk bercerita kronologi kejadian. Ia tidak mau bercerita kepada saya. Karena penasaran mengapa ia menutupi lengan bagian atas dan mengapa ia tidak mau bercerita kronologi kejadianya, saya pun mengancamnya. Kebetulan ia sangat suka dengan cerita seru kejadian sehari-hari saya, adik-adiknya, dan dirinya. Saya jadikan ini celah untuk memaksa dirinya mau bercerita. Bahwa saya tidak mau bercerita kalau ada kejadian seru. Ternyata trik ini berhasil...

Diksi

sumber gambar: https://www.islampos.com/15-nama-indah-bayi-perempuan-dari-alquran-1-94332/ Dalam beberapa tayangan vidio yang sempat saya saya tonton di sela-sela waktu yang super sibuk di hari Minggu, saya biasanya lebih suka vidio-vidio hikmah. Salah satunya adalah vidio yang menayangkan orang kulit putih masuk Islam. Beberapa ada yang tertarik masuk Islam karena mendengar bacaan kitab suci umat Islam yaitu Al Quran. Entah bagaimana Al Quran mampu membuat manusia yang sama sekali belum berinteraksi denganya merasa tenang bahkan ada yang menangis. Mungkin karena Al Quran menurut kami kepercayaan orang Islam adalah sebagai mukjizat akhir zaman. Namun diluar semua itu, pendapat pribadi saya adalah karena Allah SWT sebagai pemilik kalam itu sendiri telah memilihkan diksi yang sangat pas dan tepat sesuai dengan keadaan manusia. Menulis tentang diksi saya jadi teringat akan curhatan dari salah satu orang tua murid yang menuturkan kalau guru anaknya yang sekarang kalau berbicara...

Tugas Belajarku Dibuang ke Sungai Bagian 2

  Oleh: Rosyidah Purwo *) sumber gambar: https://www.antaranews.com/berita/3255497/kemenko-pmk-pencegahan-perilaku-bullying-dimulai-dari-keluarga   Selesai ia bercerita kepada saya ia masih menangis. “Aku sebaiknya kalau di rumah main di dalam rumah saja, atau kita pindah di kota saja, Bu. Di sini tema main pada jahat-jahat” sambil masih menangis. Setelah semua perasaanya tumpah ruah saya mulai memberi saran walau akhirnya berujung pada penolakan. “Jujur ya, Mas, Ibu tidak paham perihal anak laki-laki bermain dengan teman sebaya. Coba deh kamu cerita sama, Bapak, kan Bapak laki-laki, pasti banyak pahamnya” “Nggak mau, Ibu saja yang cerita, aku nggak mau cerita sama, Bapak” sambil masih menangis. “Baiklah…selepas Bapak pulang dari Masjid, Ibu cerita ya” Si Sulung mengangguk-angguk tanda setuju. Saat Bapaknya anak-anak pulang dari Masjid usai menunaikan shalat Maghrib, saya mencoba membuka pembicaraan. Rupa-rupanya si Sulung menguntit dari kamar tidur. Ia pun k...

Tugas Belajarku Dibuang ke Sungai Bagian 1

  Oleh: Rosyidah Purwo *)   sumber gambar: https://www.antaranews.com/berita/3255497/kemenko-pmk-pencegahan-perilaku-bullying-dimulai-dari-keluarga Ahad, 15 Oktober 2023. Petang hari selepas waktu Ashar si Sulung pulang dari menangkap belum di sawah belakang rumah. Tidak seperti biasanya, selepas bermain dengan teman-temanya ia pulang dengan wajah ceria disertai keringat membasahi seluruh badanya. Petang ini ia menunjukan ekspresi wajah yang berbeda. Saya dan suami hanya menyapa sekilas saja. Bahkan dengan sapaan yang biasa ia tidak mau menjawabnya. Lalu saya menyiapkan handuk, baju ganti dan air suam-suam kuku untuk keperluan ia mandi. Saya menyiapkan makan malam (waktu masih pukul lima sore). Selesai berganti pakaian, ia tidak juga menyentuh makan malamnya. Wajahnya masih cemberut. “Ada apa, Mas?” tanya saya sambil menyetrika baju seragam sekolah anak-anak. Ia masih tidak mau menjawab. Seusai shalat Maghrib seperti biasa saya dan suami mengingatkan anak-anak un...

Putri Senja dan Sabun Mandi

https://www.istockphoto.com/id/foto/gelembung-sabun-mengkilap-yang-indah-terbang-di-atas-langit-cerah-ungu-matahari-gm1171688868-324701969 Oleh: Rosyidah Purwo *) Gadis berkulit legam itu duduk di pinggiran sungai dengan kaki telanjangnya. Kakinya Ia ayun-ayunkan hingga menyetuh airnya. Sehingga menciptakan kecipak air yang meloncat-loncat tak beraturan. Sesekali ia menangkiskan tanganya untuk menahan cipratan air yang ia ciptakan dari gerakan-gerakan kaki mungilnya yang ia hentak-hentakan lembut ke dalam sungai. Matanya yang tajam memandang lekat pada sebuah benda oval berwarna putih di atas batu sungai yang cukup besar. Iapun turun dari bibir sungai untuk kemudian beranjak naik ke atas batu sungai yang berdiri kokoh di depanya. Benda apakah ini ? Ia memberanikan diri untuk memegangnya. Tidak butuh waktu lama untuk bercengkerama. Seperti ia bermain atheng , ia lempar tangkap benda itu ke atas ke bawah. Sesekali diciumnya dengan seksama. Ia menikmati sekali aroma yang dimuncu...

TENTANG NABI ISMAIL DAN IBU, KENAPA MENANGIS? BAGIAN 3

  https://kalam.sindonews.com/read/350386/72/tanda-tanda-setan-menggoda-yang-bisa-kita-rasakan-1614578635 Ibu: "Di tengah jalan bapaknya nabi Ismail didatengin sama setan, Mas" menggebu, horor, serius. Abizard: ekspresi muka yang takut Ibu: "Kata setan begini, Mas, ( Ibrahim apa kamu nggak kasihan? itu anakmu satu-satunya loh...) " Ibu: "tapi nabi Ibrahim as hebat, Mas. Tahu nggak apa yang dilakuin sama nabi Ibrahim as?" Abizard: "ngapain, Bu?" Ibu: "Nabi Ibrahim as ambil kerikil buat ngelempar wajahnya setan, Mas" Abizard: "setanya kabur ya, Bu? Ha ha ha" tertawa renyah dan cadel dengan pengucapan huruf r yang belum begitu sempurna. Ibu: "terus Nabi Ibrahim as kan ngelanjutin perjalanan tuh...datang lagi tuh setan, Mas" mantap dan serius. Abizard: "dilempar lagi, Bu?" Ibu: "betul, Mas. Setanya dilempar lagi pakai batu kerikil" tangan sambil mempraktekan gerakan melempar batu kerikil. Abizard: ...

TENTANG NABI ISMAIL DAN IBU, KENAPA MENANGIS? BAGIAN 2

sumber gambar: https://www.gramedia.com/literasi/keteladanan-nabi-ismail/ Ibu: "Iya sudah nggak haus lagi" Ibu: "Bapkanya kan lamaaa sekali di kampung halaman..." Abizard: "Oh di rumahnya lama ya, Bu?" datar. Ibu: "Iya betul...sampai Nabi Ismail tumbuh besar..." Abizard: "Besarnya seberapa, Bu?" tanyanya cukup serius. Sambil tanganya bergerak-gerak memeragakan simbol tinggi. Ibu: "Nah, pas nabi Ismail sudah gede, Bapaknya dateng..." sambil mengkspresikan wajah bahagia. Abizard: "Nabi Ismail seneng ya, Bu?" Ibu : "Iya seneng banget, Mas..." antusias. Ibu: menitikan air mata Abizard: "Loh, Ibu kenapa nangis?" empati. Ibu: masih menitik air mata dan bicara agak sesenggukan, "Bapaknya tuh bilang ke Nabi Ismail..." Ibu: "Wahai anaku, Ismail, Allah SWT memberi mimpi kepada Ayah" suara dalem dan berat. Abizard: "Terus, Bu". Ibu: "Ayah diberi mimpi supaya" (nangis b...