Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadi Panutan

sumber gambar: daruttahiid.org Oleh: Narsiti Pada sebuah obrolan kecil dalam sebuah group WA seorang teman mengeluhkan keprihatinannya kepada salah satu anak didiknya yang ia temui pada salah satu acara tasyakuran pernikahan saudara. Rupa-rupanya saudara teman saya ini memiliki putra yang berteman dengan muridnya. Dalam obrolan pada group WA tersebut, teman saya mengeluhkan tentang penampilan muridnya yang menurutnya aduhai sekali. Make-up yang cukuptebal, eye shadow yang terlihat tegas, lipstick merah merona mewarnai bibir cantiknya yang seharusnya belum waktunya. Ditambah dengan pakaian serba minimalis beserta jilbab pasangannya. Jika dipadu padankan sungguh indah sekali jika dikenakan pada orang dewasa. Akan tetapi ini dikenakan pada anak yang belum masanya.  Apalagi ditambah dengan tas jinjing minimalis, dan sandal selop high hill, aduhai indahnya. Dengan parfum yang sangat tajam dan membuat siapa yang mencium aromanya akan bekerja adrenalinnya. Lepas dari masalah indah atau m...

Layung

sumber gambar: SW Puspakurnai Pentigraf: Rosyidah Purwo Eyang Wardem berpesan kepada cucu tercintanya. Bunyi pesan itu adalah jangan keluar rumah saat layung jembrang atau layung sembrana sedang keluar. Kalau orang masa kini menyebutnya dengan istilah lembayung senja. Alasnnya sungguh aneh, adalah agar tidak terkena penyakit belek. Sebagai cucu yang baik, ia mengikuti saja kemauan Eyang tercintanya. Ia mengetahui tentang penyakit belek ini ketika duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Pak guru menyampaikan bahwa penyakit belek penyebabnya ada beberapa macam. Salah satunya adalah karena virus dan bakteri. Beberapa penyebab lain tidak ada kaitanya sama sekali dengan fenomena alam yang maha indah itu. Jadi penyakit belek yang pernah ia derita saat masih kecil dulu, tidak ada kaitannya dengan Layung.  Karena saking indahnya lembayung senja petang hari itu, si cucu lupa dengan nasehat Eyang. Di halaman mushola tempat ia ngaji Iqro dan suratan pendek, ia berdiri terpukau melihat in...

Kepengin Kurus

sumber gambar: haibunda.com Pentigraf: Rosyidah Purwo Pernikahan yang akan digelar tiga minggu lagi, membuat hati mbak Wiyan berbunga-bunga. Sebentar lagi status lajangnya akan resmi berubah menjadi seorang istri. Di rumah orang tua Mbak Wiyan juga sudah kelihatan ramai oleh sanak saudara yang membantu persiapan acara pernikanya nanti. Sebagai tetangga, bu Nur tidak mau berdiam diri saja di rumah. Ia sesekali juga ikut nimbrung dalam keramaian persiapan hajatan mbak Wiyan. Sudah dua pekan ini mbak Wiyan mondar-mandir di jalan depan rumah.  Setiap pagi sepertinya ia melakukan aktifitas rutin yaitu jalan pagi bolak-balik dari ujung jalan balik lagi ke ujung jalan. Bu Nur, sebagai tetangga yang lebih dulu menetap di kampung Banjar merasa ada yang aneh dengan mbak Wiyan. Karena tidak biasanya ia melakukan hal demikian. Sambil menepuk-nepuk bagian perut, mbak Wiyan terus saja berjalan bolak-balik. Kadang-kadang terlihat keringat menyembul dari sela-sela rambut bagian depan ujung jidatn...

Dua Bocah Berdaun Pakis

  sumber gambar: https://id.pngtree.com/ Suara adzan sholat isya berkumandang. Dua bocah kecil dengan pakaian serba dekil, lampu senter terikat di kepala dengan posisi menghadap ke depan, sedang sibuk melihat aliran sungai kecil di depan sebuah rumah dengan ditemani gerimis besar dan sesekali kilat menyambar. Cukup basah baju mereka diterpa tetesan gerimis yang kian membesar. Jeder! terdengan suara petir menggelegar memecah sunyinya malam. Terlihat dua bocah kecil itu berjingkat kaget. Kemudain berlari-lari kecil ke arah serumpunan pohon pakis kecil yang tumbuh di sepanjang tebing arah air sugai mengalir. Si adik kecil mengekor di belakang setelah beberapa saat memerhatikan sang kakak. Kemudian dengan hati-hati salah satu dari mereka memetik kasar daun pohon pakis kecil. Kaki telanjang mereka terlihat penuh daki dan licin. Pertama ia memetik untuk diserahkan kepada adik kecilnya kemudian ia memetik lagi untuk diri sendiri. Dengan memerhatikan penuh seksama, adik kecil ...

Burung Pipit, Pak Dapin, & Memedi Sawah

sumber gambar: fpp.umco.ac.id Pentigraf: Rosyidah Purwo*) Alat tradisional pengusir burung-burung pipit terdengar bersahutan. _Memedi sawah_ dari baju bekas dan plastik kresek yang digantungkan pada batang bambu bergoyang-goyang ditiup angin. Segerombolan burung pipit menyeruak keluar dari tengah-tengah hamparan sawah dengan padi-padi yang sudah menguning. Suara pak Dapin terdengar keras dan lantang. Khas suara pak tani yang mengusir burung-burung pemakan biji padi. Pak Dapin melakukanya agar biji padi di sawah tidak habis dimakan burung pipit. Juragan pemilik sawah pastinya tidak mau tahu dengan kondisi ini. Ia hanya mau tahu apakah hasil panennya melimpah atau tidak. Pak Dapin, berjalan tergopoh sore hari itu. _Memedi sawah_ yang ia buat satu bulan lalu telah lenyap entah ke mana. Rasa takut menghantui dirinya. Ia ogah kembali ke rumah rumah karena rasa bersalah yang terlalu dalam. Ia sudah membayangkan betapa marahnya _juragane_ kalau hasil padi kali ini tidak sebanding dengan modal...

Uang Arisan

sumber gambar: https://www.kompasiana.com/   Pentigraf: Rosyidah Purwo Pak Karpin berteriak sangat keras tanpa memedulikan istrinya yang tengah bergumul dengan selimutnya. Ia segera menghampiri sang istri yang sedang mencoba memejamkan mata kantuknya. Dengan gerakan yang kuat ia menggoyang-goyang tubuh istrinya sambil berkata bahwa ia dapat uang arisan. Dalam hatinya ia sudah membuat anggaran belanja sambil jari telunjuknya bergerak-gerak menunjuk ke atas. Mata tuanya ikut bergerak-gerak mengiringi gerakan jari telunjuk. Pak Karpin mengatakan bahwa uang arisan ini adalah milik istrinya. Karena setelah dihitung-hitung tidak ada kebutuhan suami yang perlu dibayar menggunakan uang arisan ini. Sang istri bergeming dari ranjang tidurnya. Ia merasa ini adalah hal biasa yang tidak perlu dirayakan dengan perasaan gembira. Dalam hati ia sudah menduga kalau uang arisan ini paling-paling akan dipakai oleh suaminya. Bu Wadem, istri pak Karpin bangun dari tidur membantu menghitung uang arisan. ...

Big No dan Ilusi Surga Dunia

sumber gambar: https://id.quora.com/ Surga? Aha, kata yang satu ini tentu saja tidak asing di telinga setiap makhluk adam di muka bumi. Sebutan ini sudah dijelaskan pula di dalam Al Quran. Diantaranya adalah quran surat Al Waqiah dan surat Ar Rahman. Surga adalah salah satu janji Allah SWT yang akan diberikan di hari kemudian bagi mereka yang beriman pada rukun Islam yang lima dan rukun Iman yang enam. Dalam Surat Ar Rahman dan Al Waqi’ah digambarkan balasan bagi orang beriman adalah surga yang di dalamnya ada bermacam-macam nikmat seperti air minum dari sloki yang selalu mengalir airnya, yang tidak membuat mabuk dan pusing.  Mereka mendapat buah-buahan apapun yang diinginkan, daging burung apapun yang mereka inginkan, bidadari cantik yang tidak pernah menua dengan mata indah. Kemudian dalam surat Ar Rahman dijelaskan tentang gambaran surga yang maha indah. Surga yang memiliki aneka buah-buahan dan pohon-pohon. Ada dua mata air yang memancar. Aneka buah-buahan yang berpasang-pasang...